Guru DKV SMKN 2 Adiwerna Tindak lanjuti Bintek Motion Graphic Lewat Pembelajaran Nyata di Sekolah - .::Website Desain Komunikasi Visual | SMK Negeri 2 Adiwerna Kab. Tegal

Terbaru

Selasa, 23 Desember 2025

Guru DKV SMKN 2 Adiwerna Tindak lanjuti Bintek Motion Graphic Lewat Pembelajaran Nyata di Sekolah

DKV SMK Negeri 2 Adiwerna - Setelah mengikuti Program Upskilling dan Reskilling Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Berstandar Industri melalui Pelatihan Motion Graphic yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi melalui BBPPMPV BMTI, pada tanggal 24 April - 18 Mei 2024, salah satu guru DKV SMK Negeri 2 Adiwerna, Ika Lutfiana, SST, menyusun dan melaksanakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk penerapan hasil pelatihan di sekolah.



Rencana Tindak Lanjut ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada sertifikat semata, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, khususnya di Konsentrasi Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV).

Pelatihan motion graphic yang diikuti merupakan bagian dari upaya penjaminan mutu pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan dunia industri. Oleh karena itu, setiap peserta pelatihan diwajibkan mengaplikasikan hasil diklat di sekolah tempat bertugas sesuai dengan perjanjian dan penugasan yang telah ditetapkan. Hal inilah yang kemudian menjadi dasar penyusunan dan pelaksanaan RTL oleh Ika Lutfiana, SST di SMKN 2 Adiwerna.

Melalui RTL ini, fokus utama yang ingin dicapai adalah peningkatan kompetensi siswa dan guru di bidang motion graphic. Motion graphic dipilih karena menjadi salah satu kompetensi yang sangat dibutuhkan di industri kreatif saat ini, terutama dalam bidang media digital, periklanan, konten promosi, dan multimedia. Dengan penguasaan kompetensi ini, siswa diharapkan mampu menghasilkan karya yang lebih berkualitas, relevan, dan sesuai dengan perkembangan zaman.



Selain itu, RTL ini juga bertujuan untuk menyesuaikan kurikulum DKV dengan perkembangan teknologi terkini. Materi motion graphic yang diperoleh dari pelatihan mulai diintegrasikan ke dalam pembelajaran, baik melalui proyek kelas, tugas praktik, maupun pengembangan perangkat ajar. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya mengikuti kurikulum secara administratif, tetapi benar-benar hidup dan kontekstual dengan kebutuhan industri kreatif.

Manfaat dari pelaksanaan RTL ini dirasakan oleh berbagai pihak. Bagi siswa DKV, kegiatan ini membantu mereka memahami konsep dasar motion graphic secara lebih mendalam. Siswa juga diperkenalkan dengan software dan tools yang digunakan dalam pembuatan motion graphic, sehingga mereka tidak hanya mengenal teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara langsung. Proses ini turut melatih kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Bagi guru, pelaksanaan RTL menjadi sarana untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan, sekaligus mendapatkan inspirasi dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif dan menarik. Guru tidak lagi berperan sebagai penyampai materi semata, tetapi sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam proses berkarya dan bereksplorasi. Hal ini berdampak positif terhadap suasana pembelajaran di kelas yang menjadi lebih aktif, kreatif, dan kolaboratif.

Sementara itu, bagi sekolah, pelaksanaan RTL ini memberikan nilai tambah dalam meningkatkan reputasi SMKN 2 Adiwerna sebagai sekolah yang adaptif terhadap perkembangan industri kreatif. Dengan adanya guru dan siswa yang kompeten di bidang motion graphic, sekolah juga memiliki peluang lebih besar untuk menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI), khususnya di sektor industri kreatif.

Sasaran dari Rencana Tindak Lanjut ini mencakup berbagai unsur di sekolah, mulai dari Kepala Sekolah dan Ketua Tata Usaha, guru-guru DKV, hingga siswa-siswi DKV. Kolaborasi antar unsur tersebut menjadi kunci agar hasil pelatihan benar-benar memberikan dampak yang berkelanjutan.


Melalui pelaksanaan RTL ini, diharapkan SMKN 2 Adiwerna, khususnya Konsentrasi Keahlian DKV, semakin siap mencetak lulusan yang kreatif, kompeten, dan mampu bersaing di dunia industri kreatif. Langkah nyata yang dilakukan oleh guru pasca pelatihan ini menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas pendidikan vokasi tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi harus terus berlanjut dalam praktik pembelajaran sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman